4 Hotel Yang Memiliki Kolam Renang Paling Dramatis..

Beberapa kolam renang yang ada di hotel kadang memiliki tujuan lebih disamping sebagai tempat untuk berenang. Kolam - kolam renang ini dirancang untuk membuat kesan dramatis dan meningkatkan sensasi alami ketika Anda berenang di dalamnya. Kolam infinity di Marina Bay Sands Hotel adalah contoh yang sangat menakjubkan.

Kolam Skypark di atas Marina Bay Sands Hotel, di Singapura, adalah salah satu kolam yang paling megah di bumi. Yang disebut “infinity-pool” bertengger 200 meter di atas tanah di atas tiga gedung pencakar langit menawarkan pemandangan yang menggugah imajinasi dari kaki langit kota.

Hari ini kolam - kolam renang di ketinggian mulai bermunculan di atas gedung pencakar langit dari New York ,Bali sampai ke Sydney. Saat infinity-pool mulai menjadi semakin umum, desainer harus datang dengan sesuatu yang baru untuk meningkatkan kontribusi. Baru-baru ini, tank kolam kantilever dengan sisi dan lantai trnsparan sudah mulai mendapatkan perhatian internasional.

Hotel InterContinental Festival City , Dubai

Di Hotel InterContinental Festival City di Dubai, bagian plexiglass transparan melampaui tepi bangunan hotel, menghadap ke Skyline Dubai. Kolam memiliki dasar transparan melengkung dan orang yang berjalan di bawahnya dapat melihat perenang yang ada di atasnya. Pastikan Anda mengenakan pakaian renang terbaik Anda.

Hotel Hilton , Auckland

Kolam di Hilton Hotel, Auckland memiliki desain yang mirip, kecuali kolam ini memiliki dasar yang solid. Kolam renang dipisahkan antara dua bangunan yang membentuk hotel ini menjadi dramatis. Ada juga galeri untuk melihat di bawah kolam renang sehingga tamu hotel dapat melihat aksi perenang dari bawah.


Hotel Joule , Dallas

Kolam tergantung di Hotel Joule di Dallas, Texas, melebar delapan kaki keluar di sisi bangunan lantai 10-. Kolam renang ini juga memiliki dinding plexiglass pada ujungnya yang menghadap jalan, sehingga perenang bisa melihat ke bawah (kota di bawahnya) juga pejalan kaki juga bisa melihat perenang.

Hotel Adelphi , Melbourne

Kolam atap di Hotel Adelphi di Melbourne, Australia, memiliki dasar kaca dan cantilevers di atas jalur Flinders dari ketinggian 9 lantai. 25 meter,kolam asin air panas menawarkan pemandangan unik dari pemandangan jalanan di bawah melalui lantai kolam Perspex yang jernih.

KEYWORDS: KOLAM RENANG DRAMATIS, KOLAM DRAMATIS, KOLAM DI ATAP GEDUNG, KOLAM DI KETINGGIAN, KOLAM RENANG ANEH, KOLAM RENANG UNIK, KOLAM RENANG INDAH

via ; amusingplanet.com
Baca terus ...

13 Produk Kuno Asli Indonesia, Yang Masih Diproduksi Sampai Kini

Produk - produk ini adalah produk asli buatan dalam negeri, mereka sudah ada bahkan sejak Negara ini belum lahir (merdeka), melalui berbagai zaman, revolusi dan perubahan radikal bangsa ini, Produk - produk ini masih terus bertahan untuk tetap eksis di pasaran..

1. Permen Davos [1931]
SOEYATI Soekirman tak pernah luput membawa Davos. Nenek 68 tahun warga Banyumas ini sudah puluhan tahun menggemari permen itu. ”Orang-orang tua memang konsumen loyal kami,” kata Nicodemus Hardi, Managing Director Operasional PT Slamet Langgeng, produsen permen Davos. Permen ini dirintis oleh Siem Kie Djian pada 28 Desember 1931. Lokasi pabriknya tetap sama hingga kini: Jalan Ahmad Yani 67, Kelurahan Kandang Gampang, Purbalingga, Jawa Tengah. Perusahaan dilanjutkan anaknya, Siem Tjong An. Enam tahun berikutnya, bisnis diteruskan lagi ke anak dan menantu Tjong An: Toni Siswanto Hardi dan Corrie Simadibrata. Kini perusahaan tersebut dipimpin oleh Budi Handojo Hardi, generasi ketiga pendiri bisnis ini.

2. Wajik Week [1939]

SEMULA, pada 1939, Nyonya Ong Kiem Lien hanya memasak kue untuk dijual ke tetangga. Ada wajik, onde-onde, keripik tempe, rempeyek kacang, dan jadah (kue dari ketan dan kelapa parut). Usaha ini dilanjutkan oleh anaknya, Ong Gwek Nio, yang kemudian hanya berkonsentrasi pada wajik.


3. Siroop Tjap Buah Tjampolay [1936]
RASANJA sedap, baoenja wangi. Itulah yang tertera dalam kemasan sirup Tjap Buah Tjampolay. Minuman legendaris asal Cirebon ini pertama kali dibuat oleh Tan Tjek Tjiu pada 11 Juli 1936. Hingga kini kemasan dan labelnya tak berubah.

4. Sarang Sari [1934]

Botolnya hijau, mirip botol bir. Tulisan dalam kemasannya tak berubah sejak 75 tahun lalu: Limonadestroop. Sarang Sari, begitulah nama sirup berbotol serupa bir itu, bertahan di tengah gempuran minuman berkarbonat. Cikal bakal sirup ini dimulai dari De Wed Bijlsma, pengusaha asal Groningen, Belanda, yang mendirikan NV Conservenbedrijf de Friesche Boerin pada 1934.


5. Ting-ting Jahe [1935]

NJOO Tjhay Kwee menunggang sepeda pancal mengitari Pasuruan. Kala itu, tahun 1935, Njoo sedang merintis usaha kembang gula Sin A di Pasuruan, Jawa Timur. Kisah ini dituturkan Dyah Purwaningsih, General Manager PT Sindu Permata, perusahaan yang memproduksi ting-ting jahe. Ayu adalah cucu Njoo alias generasi ketiga pemilik perusahaan ini.

6. Tahu Yun Yi [1940]

DALAM bahasa Mandarin, yun yi artinya bermanfaat atau beruntung. Perusahaan tahu yang didirikan pada 1940 itu memang beruntung masih eksis hingga kini. Bisnis tahu Yun Yi dirintis oleh Liauw Hon Tjan di Jalan Jenderal Sudirman Belakang 231, Bandung. Pabrik tahu ini tak pernah berpindah hingga sekarang.

7. Teh Cap Botol [1940]

RIBUAN botol plastik hijau itu bergerak dalam irama teratur di atas jalur roda berjalan. Lalu, plop, plop, plop: letupan mesin memasangkan plastik kemasan ke satu per satu botol yang berisi teh amat panas. Antrean lantas menjalar ke mesin berikut yang memasangkan tutup botol. Dari sini jalur roda bergerak lagi menuju pengemasan akhir. Maka jadilah teh botol merek Joy Tea Green, yang siap dikirim ke jutaan konsumen di seluruh Indonesia serta mancanegara.


8. B29 [1930]

Menurun, tapi tak kehilangan pasar.
PASAR Pagi Jakarta, akhir 1930-an. Sekumpulan ibu-ibu yang sedang belanja di Toko Sewu Gunawan meriung bicara soal sabun. Sabun Cap Tangan, produk Unilever—ketika itu satu-satunya sabun cuci yang beredar di pasar—mendadak langka. Jikapun ada, harganya mahal. Para ibu mengeluh: mereka tak bisa mencuci baju, piring, bahkan mandi.


9. Dji Sam Soe [1913]

RUMAH kuno itu tak lagi berpenghuni. Pagarnya tertutup seng. Ketika didatangi Tempo tiga pekan lalu, tampak empat petugas bergantian menjaga rumah. Di rumah inilah Liem Seeng Tee, pendiri HM Sampoerna, mengawali sejarah pada 1927.
Beralamat di Jalan Ngaglik, Surabaya, rumah ini—selain menjadi tempat tinggal—dulunya berfungsi sebagai gudang tembakau dan pabrik rokok. Selama lima tahun Seeng Tee menguji berbagai campuran rempah dan cengkeh di rumah ini. Dji Sam Soe salah satu produknya. Dari rumah ini pula Dji Sam Soe mulai diproduksi secara masif.


10. Kopi Warung Tinggi [1878]

Beberapa kali berhenti berproduksi, tetap hidup berkat kepercayaan pelanggan. Dulu resep lisan, kini tersimpan di komputer.
BATAVIA, 1878. Restoran di tepian Moolen Vliet Oost—kini Jalan Hayam Wuruk— Jakarta, itu berbeda dengan bangunan lain di sekitarnya. Tampak lebih bagus, lebih besar, dan tinggi. Masyarakat di tepian Ciliwung lalu menyebutnya Waroeng Tinggi. Adalah Liaw Tek Soen, perantau asal Tiongkok, yang membangun warung itu bersama istrinya.


11. Kecap Bango [1928]

Kemasan diremajakan, rasa dipertahankan, penetrasi pasar diperkuat. Jurus inovatif memperpanjang umur.
BANGO itu terbang tinggi. Dari jago lokal, dia menjadi bintang di tingkat nasional. Bermula dari pojok kampung di daerah Benteng, Tangerang, pada 1928, kini sang Bango mudah dijumpai di toko kelontong di hampir seluruh penjuru Indonesia. Delapan puluh satu tahun silam, suami-istri Tjoa Pit Boen (Yunus Kartadinata) dan Tjoa Eng Nio mengawali cikal bakal Kecap Bango di rumah mereka di Benteng. Sayang, jejak awal sudah amat samar. Napak tilas Tempo di kawasan Benteng tak menemukan sarang pertama sang Bango.

12. BATA

BERJAM-jam sepatu berbahan kanvas itu mengendap di ember penuh air. Basah kuyup, tapi tetap baik kondisinya. Wilfried Tampubolon, pemilik sepatu itu, cuma bisa memandanginya dengan kecewa. Pupus harapannya untuk mendapat sepatu baru. ”Dua tahun sepatu saya tidak diganti, makanya sepatu itu sengaja saya rendam,” kata Wilfried tertawa mengenang kenakalannya semasa kanak-kanak. Ibunya hanya mau membelikan sepatu baru kalau sepatu lama sudah rusak.

13. Batik Oey Soe Tjoen (1925)

PEMBUATAN selembar batik Oey Soe Tjoen bak ritual panjang. Awalnya, Muayah, pekerja di situ, menggoreskan lilin pada motif daun. Ia lalu menyerahkan hasil kerjanya kepada sang bos, Widianti Widjaja, yang lalu memeriksanya dengan teliti. Bila dianggap oke, kain akan diambil alih pekerja lain. Ia meneruskan pekerjaan untuk motif lain.

Baca terus ...

Kiat Hidup Hemat Milyader Dunia

Mereka adalah sebagian orang - orang yang dikenal dan sering masuk dalam peringkat paling kaya di muka bumi ini, banyak orang tahu mereka di peringkat berapa, dan berapa jumlah kekayaannya, tapi tahukah anda , bagaimana kiat dan tips yang mereka gunakan untuk menjadi Orang yang mempunyai kekayaan sebanyak itu ? mari kita simak sama - sama


WARREN BUFFET

Pria berusia 81 tahun ini masuk dalam jajaran orang terkaya di dunia, terkenal sebagai investor andal, dan punya banyak perusahaan, serta memiliki aset sekitar 47 miliar dolar AS. Siapa sangka, ia memulai kisa suksesnya dari usianya yang masih belasan.

KIAT HEMAT DAN SUKSES:
1. Menabung dan Investasi.
Sejak remaja, ia menyimpan hampir sebagian besar penghasilannya dari pekerjaan sebagai loper koran dan investasi saham yang menguntungkan. Uang yang ia dapatkan, digunakan untuk membeli tanah. Sebab ia tahu kalau investasi memberinya ‘penghasilan lebih’ dibanding hanya menabung.
2. Say No to Credit Card.
Ia bilang “Beli apa yang Anda butuhkan bukan inginkan. Utang dan bunganya hanya akan mencekik kita dan tak akan membuat kita kaya.”

CARLOS SLIM HELU

Tahun 2010, majalah Forbes menetapkan Carlos sebagai orang terkaya, mengalahkan Bill Gates dan Warren Buffet. Kalau mau, pria berusia 71 tahun ini bisa menghabiskan uangnya sebesar 1000 dolar AS sekitar Rp 9 juta per menit.

KIAT HEMAT DAN SUKSES:
3. Hindari Barang Bermerek.
Bila ada barang serupa dengan fungsi sama yang harganya lebih ‘membumi’ dibanding barang bermerek, pilihlah. Dengan begitu sebagian uang bisa digunakan untuk sesuatu yang bisa menghasilkan uang lebih, seperti bisnis dan investasi.

4. Orientasi Fungsi.
Prinsipnya, bila barang lama masih bisa dipakai mengapa harus membeli yang baru? Hingga kini, ia memilih menempati rumah lamanya dibanding membeli rumah mewah dan alat transportasi mahal.

MARSHALL GLICKMAN

Profesi sebagai konsultan keuangan membuat Marshall masuk dalam jajaran orang sukses dan berpenghasilan besar. Ia percaya kalau sukses tak selalu dimulai dengan modal besar.

KIAT HEMAT DAN SUKSES:
5. Pilih Investasi yang tak Menguras Dompet,
yaitu menjalin networking dengan menyusun daftar relasi dan menjaga hubungan baik dan mengembangkan ide-ide kreatif tentang bisnis.

6. Berani Memulai.
Percaya pada diri sendiri kalau Anda layak untuk sukses. Ingin menjalankan bisnis atau investasi, lakukanlah sekarang!

CHUCK FEENEY, JOHN CAUDWELL , DAVID CHERITON

Pada 1960, Chuck Feeney mendirikan Duty Free Shopper Group, toko bebas pajak bagi para turis, sebelum sebagian besar sahamnya dibeli oleh Louis Vuitton Moet Hennessy pada 1996. Lain lagi dengan John Caudwell, pengusaha asal Inggris yang menggunakan uangnya untuk bisnis ponsel. Sedangkan David Cheriton, profesor Standford University ini menginvestasikan uangnya di perusahaan teknologi. Pertannyaannya, bagaimana mereka mendapat uang untuk mengembangkan bisnis itu?

KIAT HEMAT DAN SUKSES:
7. Budayakan jalan kaki.
Selain baik untuk kesehatan, jalan kaki juga menghemat biaya transportasi, baik kendaraan umum maupun mobil pribadi, untuk jarak tempuh dekat.
8. Memilih transportasi umum daripada mobil pribadi.
Ternyata, pengeluaran untuk mobil bisa menghabiskan setengah dari penghasilan yang kita punya. Tak hanya bahan bakar, tetapi juga perawatannya.
9.Tak perlu baju butik mahal.
Jins dan t-shirt merupakan pakaian favorit Caudwell. Menurutnya, membeli baju mahal adalah cara membuang uang yang mudah.
10. Jangan sombong.
Cheriton meyakini kalau sifat sombong dan suka pamer akan menjauhkan kita dari orang-orang terdekat dan lupa untuk meng-upgrade kemampuan karena merasa paling hebat.

INGVAR KAMPARD, FREDERIK MEIJER

Pernah dengar nama IKEA? Toko furnitur kelas dunia ini adalah milik pria 85 tahun, Ingvar Kampard. Bermula dari jualan korek api sejak belia untuk para tetangganya, Kampard menyadari bahwa bisnis memberikan keuntungan lebih. Ia mulai berjualan barang kelontong, mulai dari dekorasi pohon natal, pena, pensil, dompet, bingkai foto, hingga ikan hias. Sama seperti Kampard, Meijer juga memulai usahanya dengan menjalankan toko kelontong ayahnya sejak usia 14. Hingga kini, toko yang diberi nama Meijer berkembang menjadi hipermarket ternama di Amerika.

KIAT HEMAT DAN SUKSES:

11. Tak Tergiur Fasilitas Mewah.
Kedua miliarder ini jauh dari kata gengsi. Saat naik pesawat atau menginap di hotel, mereka lebih memilih kelas biasa. Hingga kini, Ingvar masih menggunakan mobil Volvo tua yang ia beli 15 tahun silam. Sedangkan Meijer masih menggunakan mobil sederhananya hingga tak lagi berfungsi.
12. Berbagi.
Keduanya juga meyakini, berbagi dengan beramal tak akan membuat siapa pun jatuh miskin.

"SETIAP RUPIAH YANG DIHEMAT, AKAN MENENTUKAN KEHIDUPAN ANDA DI MASA DEPAN. IBARAT SATU TETES AIR YANG TERBUANG LAMA-LAMA AKAN MENGHABISKAN BERGALON-GALON AIR," kata motivator J. Donald Walters dalam buku Rahasia Para Miliarder karya William Tanuwidjaja.

SUMBER:(Majalah Chic/Ayunda Pininta Kasih, 2011)

Baca terus ...

Tahukah Mengapa Pasta Gigi Disebut Odol ?

Asal Usul Pasta Gigi Dinamakan ‘Odol’
Pernahkan terbersit dalam pikiran Anda mengapa pasta gigi yang kita pakai setiap hari dinamakan ’odol’? Inilah jawabannya. Dia berasal dari merk pasta gigi bernama ’Odol’ yang amat tersohor di zaman dahulu, termasuk di tanah air kita yang kala itu masih di bawah penjajahan Belanda. Pasta gigi dengan wadah berwarna biru muda mampu menggeser pemakaian tumbukan batu-bata dan bubuk buah pinang (areca nut) yang kala itu masih banyak digunakan penduduk kita untuk menggosok gigi. Namun seperti layaknya dengan istilah-istilah bahasa Belanda lainnya, masyarakat kesulitan untuk mengucapkan kata tandpasta (tand = gigi) ini. Alhasil, diambillah jalan termudah dengan menyebut nama merknya, yaitu ’odol’.
Pada gambar terlihat dua contoh iklan zaman baheula pasta gigi ’Odol’ ini. Iklan yang di sebelah kiri bertuliskan Mooi Tanden yang bermakna ’gigi geligi yang indah’, sedangkan iklan kuno di sebelah kanan bertuliskan zahnpasta yang merupakan kata bahasa Jerman dengan makna yang sama. Ya, nampaknya ’Odol’ ini diproduksi di Jerman, tetapi berbeda dengan di Indonesia yang sudah lama tidak beredar lagi, di negara asalnya hingga saat ini pasta gigi ’Odol’ ini masih tetap eksis. Bahkan pasta gigi ’Odol’ ini juga dipasarkan di kawasan negara-negara Eropa seperti Ceko, Hungaria, Belanda dan sebagainya. Pasta gigi ’Odol’ sudah berpuluh tahun yang lalu hilang dari peredaran di negeri kita, namun dia meninggalkan warisan kata yang masih digunakan hingga saat ini yaitu ’odol’.




sumber : http://sosbud.kompasiana.com/2011/08/11/asal-usul-pasta-gigi-dinamakan-odol/

Baca terus ...

Populer